Jangan amal politik jatuhkan peribadi lawan (Sinar Harian, 18 Julai 2023)


Pemimpin politik perlu diingatkan untuk tidak terlalu bersemangat dalam mengeluarkan kenyataan yang mengandungi penghinaan dengan tujuan merendahkan martabat individu lain.

Aidi Amin Yazid, Pengerusi Pertubuhan Jaringan Insan Madani, menekankan pentingnya adab dan tatasusila dalam berbicara di pentas politik agar tidak terus-menerus membawa permusuhan di antara masyarakat yang berbilang bangsa di negara ini.

Keghairahan berbicara yang berlebihan, termasuk mencetuskan kecaman dan sindiran yang tidak patut, sebaiknya dihindari kerana dapat membawa impak negatif yang besar.

Aidi menekankan agar ahli politik tidak menggunakan cara menjatuhkan lawan dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip Rukun Negara kerana pemimpin politik harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, bukan mengajak mereka menanam budaya kebencian.

Sikap keterlaluan sebahagian pemimpin dalam berdebat menyebabkan permusuhan di kalangan para penyokong. Aidi juga menekankan bahwa para pemimpin harus tetap profesional dalam menjalankan tugas mereka, bahkan dalam situasi yang tegang.


Sumber Asal..

Rakyat boleh nilai wajah sebenar pemimpin Muda (Utusan Malaysia, 18 Julai 2023)


Rakyat Malaysia kini bijak menilai kepemimpinan Parti Ikatan Demokratik Malaysia (Muda) yang seringkali berbeza pendirian dan tidak mendukung kepimpinan Pakatan Harapan (PH) dalam pemerintahan negara.

Setiausaha Politik Ahli Parlimen Sungai Buloh, Aidi Amin Yazid, menyatakan simpati terhadap tindakan Presiden Muda, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, yang sering meremehkan dan tidak menerima usaha yang telah dilaksanakan oleh Kerajaan Perpaduan selama ini.

Dia menyarankan agar Syed Saddiq menghindari membuat kenyataan yang menentang kebebasan kehakiman kerana ketika ini dia juga sedang menghadapi perbicaraan kes rasuah. Negara telah menghadapi masa-masa sulit dalam kestabilan politik kerana penipuan ahli politik yang mementingkan diri sendiri serta tindakan korup yang mengorbankan masa depan negara.

Sebelumnya, Muda berpendapat bahwa Akta Hasutan tidak seharusnya digunakan untuk menahan dan mendakwa Menteri Besar Kedah, Datuk Seri Muhammad Sanusi Md. Nor, karena Malaysia memiliki undang-undang lain yang bisa digunakan.

Aidi Amin menekankan bahwa Syed Saddiq harus menghindari terburu-buru dalam membuat keputusan, mengutip pepatah Romawi 'festina lente' atau tergesa-gesa perlahan-lahan. Dia juga mengingatkan bahwa perubahan tidak hanya berarti tindakan besar, dan Syed Saddiq harus bersabar seperti saat dia menjawat jawatan sebagai Menteri Belia dan Sukan selama 22 bulan dalam pemerintahan sebelumnya.

Beliau menegaskan bahawa tidak ada yang meremehkan kualiti Syed Saddiq dan gagasan Muda untuk melakukan reformasi, namun perlu mempersoalkan keikhlasan niatnya dalam mengumumkan caloncalon untuk pemilihan negeri di Selangor yang sebelumnya dipegang oleh PH, mungkin menunjukkan adanya niat dendam untuk memecah belah dukungan PH.

Parlimen Sungai Buloh berpegang pada prinsip melibatkan semua pihak dan bekerja sama dengan semua kelompok melalui reformasi pikiran, dan telah mendukung Muda dalam program untuk masyarakat selama bulan Ramadan, karena mereka percaya bahwa tindakan lebih berbicara daripada kata-kata.


Sumber Asal..

Saddiq seems to be in haste (17 July 2023)


The art of communication and effective leadership seems lost among some political leaders today, evident in the way they present their ideas. Syed Saddiq, the President of the Malaysian United Democratic Alliance (MUDA), feels slighted by the lack of acceptance under the Unity Government. Malaysians can gauge the situation by examining public statements and reactions from MUDA's President and members against Pakatan Harapan. The country has experienced political instability due to cunning and corrupt politicians who prioritize personal gain over the nation's future. Saddiq's close relationship with a nonagenarian raises doubts and mistrust among the public. There should be no double standard in evaluating Prime Minister Dato' Seri Anwar Ibrahim's leadership to unite the nation. Saddiq should practice patience, as he did during his 22-month tenure as Youth and Sports Minister in the previous government, and not mislead passionate youth who seek change. Announcing candidates for state elections in Selangor, which were previously held by PH, raises concerns about the sincerity of intentions and a potential grudge to split PH votes. Saddiq should refrain from making remarks against judicial independence, especially with an ongoing graft trial. Wild accusations against the Prime Minister's integrity would make him appear reactionary. Parliament Sg Buloh believes in engaging with all stakeholders and working together through a reform of mindset. They have supported MUDA in community programs during Ramadan, showing their belief in actions speaking louder than words.

Kenaikan OPR cermin daya ekonomi negara di tahap terbaik (Sinar Harian, 4 Mei 2023)


Jawatankuasa Dasar Monetari (MPC) Bank Negara Malaysia (BNM) telah memutuskan untuk menaikkan kadar dasar semalaman (OPR) sebanyak 25 mata asas kepada 3.00 peratus. Keputusan ini dipandang sebagai mencerminkan daya tahap ekonomi negara pada tahap terbaik. Setiausaha Cabang PKR Ampang, Aidi Amin, menyatakan bahawa peningkatan OPR kepada 3.25 peratus dan 2.75 peratus menjadikan kadar OPR ketika ini kembali kepada kadar pra pandemik Covid-19. Beliau menekankan bahawa kenaikan ini harus dilihat dari sudut positif, sebagai langkah untuk mengimbangkan semula ekonomi negara. Aidi Amin juga menyatakan pentingnya sikap berhemah dalam tanggungjawab fiskal rakyat, untuk mengelakkan berbelanja melebihi kemampuan. Baginya, pemantauan berkala oleh bank pusat perlu dilakukan untuk melindungi kesejahteraan ekonomi negara. Beliau juga menyarankan kerajaan untuk menggunakan metrik yang lebih adil dalam menangani kenaikan kos sara hidup, sambil memainkan peranan masing-masing sebagai peniaga dan pengguna berlandaskan prinsip kebergantungan dan kesederhanaan untuk memperkuat sosioekonomi negara.


Sumber Asal..

Tradisi dera rakyat: Nak PRU pun suruh harung banjir (Suara Pakatan Daily, 13 Oktober 2022)


Pembubaran Parlimen di tengah musim tengkujuh oleh Kerajaan BN - PN dianggap sebagai penderaan terkini terhadap rakyat Malaysia. Sejak tumbangnya Kerajaan Pakatan Harapan, berbagai tindakan yang merugikan telah dilakukan oleh BN - PN. Pembubaran Parlimen adalah tindakan penutup yang menyedihkan. Belanjawan 2023 seharusnya disahkan sebelum pembubaran Parlimen, bukan dibiarkan tergantung. Kemungkinan PRU diadakan rendah karena tekanan ekonomi dan penurunan kedudukan Malaysia. Kegagalan kerajaan BN - PN telah terjadi sejak era Muhyiddin Yassin sebagai PM. Penangguhan Parlimen dengan alasan pandemik telah merugikan demokrasi. Meskipun PM Ismail Sabri tampil lebih baik dalam komunikasi, politik masih dipenuhi kepentingan pribadi dan dana negara. Rakyat perlu melawan penindasan dengan berpartisipasi penuh dalam PRU. Semangat persaudaraan di antara rakyat Malaysia harus lebih kuat daripada propaganda kerajaan. Penting bagi semua orang untuk memobilisasi pengundi dan mengakhiri masa sulit ini, sebagaimana pelangi muncul setelah hujan.

Channel eagerness to aid rakyat, not coerce us to vote (Malaysiakini, 3 October 2022)


The ruling coalition in Malaysia is determined to hold a general election this year, despite the Meteorological Department's warning of a troubling monsoon season from November to March. Malaysians are questioning if the politicians expect them to stretch the interpretation of the Constitution or rely on complicated jargon from political analysts. Many members of the ruling coalition are afraid of losing their positions and freedom, leading them to prefer rebooting the system to install their own operating system. There is skepticism about whose mandate the politicians are referring to in their desperate call for a general election. Netizens have coined the term #undibanjir (flood election) in response. The priorities of mobilizing government assets for disaster relief versus ensuring the safety of ballot boxes and voting centers need to be considered. There is also concern about choosing temporary shelters and voting centers, particularly in flood-prone areas. Instead of focusing on holding an election during a flood disaster, it would be better for the ruling coalition leaders to help the victims. While the Environment and Water Minister has stated that it is not suitable to hold the election this year due to expected floods, if it still takes place, ensuring the safety of affected people is crucial. Malaysians can only hope for serenity, courage, and wisdom to navigate these challenging circumstances.

Litmus test for support (TheVibes, 22 August 2021)


Malaysians are frustrated with the constant changing of prime ministers, and their discontent is expressed through hashtags, petitions, and protests like the #lawan demonstration. Political leaders seem to have different standards when it comes to following Covid-19 regulations, with elites gathering while the public faces restrictions. The previous prime minister also misinterpreted working from home and relaxed protocols for the sake of saving the government. The reopening of economic sectors was prioritized, even in areas still under Phase 1, with the justification of livelihood. The pandemic has exposed weaknesses in society and governance, leading to calls for reforms. However, before discussing reforms, it is crucial to have clear majority support for a designated candidate. The opposition itself faces internal challenges and lacks unity. Decentralization, as seen in cryptocurrencies and relief work, could be applied to administrative policies. Informing everyone of their rights and choices in selecting community leaders can neutralize political factions. Movements like the white flag and black shirt signify the power of the people collaborating to address their frustrations. Malaysians should remember their constitutional powers and continue fighting against the virus while allowing the new prime minister to do his job.